CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

..nice..

31 October 2011

Permusuhan Iblis dan Manusia


AWAL PERMUSUHAN IBLIS KEPADA MANUSIA



Perintah Allah kepada malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam merupakan awal permusuhan iblis kepada manusia. Ia menolak perintah itu sehingga dihukum Allah. Namun iblis berjanji akan menyesatkan Adam dan keturunannya. Salah satu bentuk tipu dayanya adalah berhasil menggoda Adam untuk melanggar larangan Allah sehingga Adam dikeluarkan dari syurga.
Allah subhanahu wa ta’ala ingin menampakkan penghormatan malaikat kepada kepada Nabi Adam secara lahir dan batin. Untuk itu, Allahmj subhanahu wa ta’ala perintahkan para malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam alaihisholatu was sallam:
Sujudlah kepada Adam!” (QS. Al Baqarah: 34)
Hal ini merupakan penghormatan dan penghargaan kepada Nabi Adam alaihishalatu was sallam dan dalam rangka ibadah, cinta dan taat kepada Allah subhanahu wata’ala, serta tuduk kepada perintah-Nya. Segeralah para malaikat itu bersujud.
Namun iblis yang berada di tengah-tengah mereka yang tentunya ikut serta mendapatkan perintah itu iblis itu sendiri bukan dari golongan malaikat melainkan dari golongan jin yang diciptakan dari api-, justru menyimpan kekafiran kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan kedengkian kepada Nabi Adam alaihishalatu was sallam. Kufur dan rasa dengki itu membuat iblis enggan sujud kepada Nabi Adam alaihishalatu was sallam. Tak cuma menunjukkan kesombongan, iblis bahkan menyangkal perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan mencela kebijaksanaan-Nya. Katanya:
Saya lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah.” (QS. Al A’raf: 12)
Maka Allah katakan:
Wahai iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Kuciptakan dengan dua tangan-Ku? Apakah engkau sombong ataukah engkau (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?” (QS. Shad:75)
Kekufuran, kesombongan, dan pembangkangan ini merupakan sebab terusirnya dan terlaknatinya Iblis. Allah subhanahu wa ta’ala katakan kepadanya:
Turunlah kamu dari surga karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Al A’raf: 13)
Iblis enggan tunduk dan bertobat kepada Tuhannya, bahkan menentang, meremehkan, dan bertekad bulat untuk memusuhi Adam alaihishalatu was sallam beserta anak cucunya. Ia pun menyiapkan dirinya saat mengetahui bahwa dirinya telah ditetapkan menjadi makhluk yang sengsara selama-lamanya. Ia, dengan ucapan dan perbuatan bersama bala tentaranya, berikrar untuk mengajak anak cucu Adam alaihishalatu was sallam agar menjadi golongan yang telah diputuskan untuk tinggal di rumah kehancuran (neraka). Iblis nyatakan hal itu dengan mengatakan kepada Allah subhanahu wa ta’ala:
Wahai Rabbku, berilah aku waktu sampai hari kebangkitan.” (QS. Shad: 79)
Iblis benar-benar meluangkan waktu untuk menebar permusuhan di kalangan Adam alaihisholatu was sallam dan anak cucunya. Maka tatkala hikmah Allah subhanahu wa ta’ala menuntut agar manusia mempunyai tabiat dan akhlak yang berbeda-beda, maka Allah subhanahu wa ta’ala juga menentukan sesuatu yang menyebabkannya. Yaitu berupa cobaan dan ujian, dan yang terbesarnya adalah diberinya iblis kesempatan untuk mengajak anak Adam alaihishalatu was sallam kepada semua jenis kejahatan. Maka Allah subhanahu wa ta’ala pun menjawab:
Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai pada hari yang telah di tentukan waktunya.” (QS. Shad: 80-81)
Iblis menyambut jawaban itu dengan menegaskan permusuhan kepada Adam alaihishalatu was sallam beserta anak cucunya dan menegaskan maksiatnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, katanya:
Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al A’raf:16-17)
Iblis mengucapkan itu berdasarkan sangkaannya, karena ia tahu benar tabiat anak Adam alaihishalatu was sallam. 
Dan iblis telah membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya kecuali sebagian orang-orang yang beriman.” (QS. Saba’: 20)
Allah berikan iblis kesempatan untuk melakukan perkara yang telah menjadi niatannya pada Adam alaihishalatu was sallam dan anak cucunya. Allah katakan:
“Pergilah, siapa yang mengikutimu dari mereka, maka jahannamlah balasan kalian semua sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.” (QS. Al Isra: 63-64)
Yakni jika kamu mampu, jadikanlah mereka orang-orang yang menyeleweng dalam mendidik anak-anak mereka dengan didikan yang rusak dan dalam membelanjakan harta mereka kepada hal-hal yang mudharat, juga dalam mencari harta dari yang tidak baik. Begitu pula ikut sertalah dengan mereka jika mereka makan, minum, dan berjima’, yakni ketika mereka tidak menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala. Juga perintahkanlah mereka untuk tidak beriman dengan hari kebangkitan dan pembalasan dan agar mereka tidak melakukan kebajikan. Takut-takuti mereka dengan pembantu-pembantumu, berikan kekhawatiran pada mereka ketika berinfak yang baik dengan kefakiran.
Kesempatan yang Allah berikan ini sesungguhnya demi sebuah hikmah dan rahasia yang besar. Sungguh engkau wahai musuh yang nyata tidak akan menyisakan sedikitpun dari kemampuanmu dalam menyesatkan mereka. Manusia yang jahat akan nampak kejahatan dan kejelekannya, dan Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan mempedulikannya.
Adapun keturunan Adam alaihishalatu was sallam yang terpilih, baik dari kalangan para nabi dan pengikutnya, baik orang-orang yang sangat jujur dalam beriman, dan para wali-Nya, maka Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan menguasakan musuh ini (iblis) atas mereka. Bahkan Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan di sekitar mereka pagar pelindung yang begitu kuat, sebagai perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah subhanahu wa ta’ala membekalinya dengan senjata yang tidak mungkin musuh bisa menandinginya, yaitu kesempurnaan iman dan tawakal mereka kepada Rabb-nya.
“Sungguh mereka tidak memiliki kekuatan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabb mereka.” (QS. An Nahl: 99).
Juga Allah subhanahu wa ta’ala bantu mereka dalam menghadapi musuh yang nyata itu di antaranya dengan menurunkan kitab-kitab yang mencakup ilmu yang bermanfaat, nasehat yang mengena yang memberi semangat untuk melakukan kebajikan dan memperingatkan dari kejelekan. Selain itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga mengutus para Rasul yang membawa kabar gembira kepada mereka yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mentaati-Nya dengan pahala.
Juga memperingatkan orang-orang kafir, yang mendustakan dan berpaling dari Allah, dengan berbagai macam hukuman. Allah subhanahu wa ta’ala juga menjamin orang yang mengikuti petunjuk yang terkandung di dalam kitab-Nya yang dibawa oleh rasul-Nya tidak sesat semasa di dunia dan tidak sengsara kelak di akhirat, tidak takut, serta tidak tertimpa perasaan sedih.
Demikian juga Allah subhanahu wa ta’ala bimbing mereka melalui kitab dan para rasul-Nya kepada hal-hal yang bisa melindungi mereka dari musuh yang nyata ini. Allah subhanahu wa ta’ala pun menerangkan kepada hamba-Nya, misi yang dibawa setan dan strateginya dalam menjaring manusia ke dalam perangkapnya. Juga Allah subhanahu wa ta’ala bimbing mereka kepada jalan yang menyelamatkan mereka dari kejahatan setan dan fitnahnya, dan membantu dengan bantuan yang di luar kemampuan mereka. Karena, ketika mereka mengeluarkan segala daya upaya dan minta bantuan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, akan mudah bagi mereka jalan mana saja yang dituju.
Setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala sempurnakan nikmat kepada Adam alaihishalatu was sallam dengan menciptakan istrinya Hawa dari dirinya dan jenisnya. Ini dimaksudkan agar tercapai ketenangan dan tujuan-tujuan lain seperti pernikahan, kebersamaan, dan adanya anak keturunan.
Allah subhanahu wa ta’ala juga memperingatkan Adam dan istrinya, untuk berhati-hati dari setan karena sesungguhnya setan adalah musuh bagi mereka berdua. Jangan sampai iblis mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika itu, Allah mempersilahkan mereka makan buah-buahan apa saja yang ada di dalam surga dan menikmati segala kenikmatan yang ada padanya, kecuali pohon tertentu. Allah subhanahu wa ta’ala katakan kepada mereka berdua:
“Dan jangan kalian dekati pohon ini sehingga kalian menjadi orang-orang yang dzalim.” (QS. Al A’raf: 19)
“Sungguh kamu tidak akan lapar padanya dan tidak telanjang dan sungguh engkau tidak akan dahaga padanya, dan tidak tertimpa panas matahari.” (QS. Thaha: 119)
Maka keduanya tinggal di surga selama dikehendaki Allah subhanahu wa ta’ala dengan segala kenikmatannya. Akan tetapi musuh mereka berdua terus mengintai dan mencari kesempatan. Maka ketika setan melihat senangnya Adam alaihishalatu was sallam di dalamnya dan keinginannya yang besar untuk tetap tinggal di dalamnya, setan datang dengan cara yang lembut seolah seorang yang jujur sedang menasehati, ia katakan:
‘Wahai adam apakah engkau mau kutunjukkan sebuah pohon yang jika kamu memakannya kamu akan kekal di surga ini dan akan langgeng kerajaan ini serta tidak akan rusak’. Terus menerus ia rayu Adam alaihishalatu was sallam. Ia janjikan, ia bisikkan, ia berikan harapan dan seolah terus memberi nasehat padahal itu adalah penipuan yang besar. Hingga setan pun berhasil menipu mereka berdua dan akhirnya keduanya makan dari pohon terlarang itu. Maka ketika makan, terlepaslah pakaian mereka berdua sehingga terlihat auratnya, akhirnya keduanya cepat-cepat mengambil daun-daun surga untuk menutupi badan mereka yang telanjang sebagai pengganti pakaian mereka. Seketika itu pula nampak hukuman Allah subhanahu wa ta’ala atas maksiat yang mereka lakukan, lalu Allah subhanahu wa ta’ala menyeru mereka berdua:
“Tidakkah Aku telah melarang kalian berdua makan dari pohon ini dan Aku katakan kepada kalian berdua sungguh setan adalah musuh yang nyata buat kalian berdua.” (QS. Al A’raf: 22).
Kemudian Allah tumbuhkkan pada hati mereka taubat yang sungguh-sungguh.
“Adam memperoleh beberapa kalimat dari Robbnya.” (QS. Al Baqarah: 22).
Maka keduanya berkata: “Wahai Rabb kami, sungguh kami telah berbuat dzalim pada diri kami, jikalau Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, benar-benar kami akan menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 23).
Maka Allah terima taubat mereka dan Allah hapus dosa yang telah menodai mereka. Akan tetapi keluar dari surga jika mereka memakan dari pohon itu, sudah menjadi keputusan yang pasti sehingga keluarlah mereka ke bumi yang kebaikannya dicampuri dengan keburukannya, kesenangan dicampuri dengan kesusahannya.
Allah kabarkan kepada keduanya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan memberikan cobaan pada keduanya dan anak cucunya, serta orang-orang yang beriman. Yang beramal shalih akan mendapatkan balasan yang baik, sebaliknya yang mendustakan lagi berpaling, akibatnya adalah kesengsaraan yang abadi dan adzab yang kekal. Allah subhanahu wa ta’ala ingatkan anak cucu Adam akan hal itu, kata-Nya:
Wahai anak Adam jangan sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan seperti telah mengeluarkan ayah ibu kalian dari surga, ia tanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat. Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dari seuatu tempat yang kamu tidak dapat melihat mereka.” (QS. Al A’raf: 27)
Allah subhanahu wa ta’ala kemudian mengganti pakaian yang ditanggalkan oleh setan dari Adam dan Hawa dengan pakaian yang menutupi aurat mereka dan menghiasi mereka secara lahir. Juga dengan pakaiaan yang lebih baik dari itu yaitu pakaian ketakwaan, yakni pakaian hati dan rohani dengan iman, keikhlasan, taubat dan hiasan dengan segala akhlak yang indah serta menanggalkan segala akhlak yang hina. Lalu Allah subhanahu wa ta’ala tebarkan dari Adam alaihishalatu was sallam dan istrinya anak turun yang banyak laki-laki maupun perempuan di muka bumi. Allah ganti mereka generasi demi generasi untuk dilihat oleh-Nya apa yang mereka lakukan.
Faedah yang dipetik:
Allah subhanahu wa ta’ala jadikan kisah itu sebagai ibrah untuk kita yaitu bahwa sesungguhnya sombong, dengki, dan ambisi merupakan akhlak yang berbahaya buat seorang hamba. Kesombongan dan kedengkian iblis membawanya kepada apa yang kita lihat, demikian juga keinginan kuat Adam alaihishalatu was sallam dan istrinya mengantarkan mereka memakan buah pohon itu. Kalaulah rahmat Allah subhanahu wa ta’ala tidak segera menyelamatkan, sungguh perbuatan mereka itu akan menyampaikan kepada kebinasaan. Akan tetapi rahmat-Nya segera menyempurnakan yang kurang, memperbaiki yang rusak, menyelamatkan yang binasa dan mengangkat yang telah jatuh.

CoReTaN UnTuK SaHaBaT Ku

SAHABATKU..!!


Aku faham, kadang-kadang kehidupan ini tidaklah seindah yang di bayangkan. Kecewa dalam hidup, lebih-lebih lagi dalam percintaan ianya membuatkan kite stress..


     Tetapi sahabatku yang tidak mampu untuk memahami, mengapakah hati kau terlalau rapuh dan lemah dengan cinta. Apabila di tinggalkan si dia, kau menangis,meratapi bagai nak gila seumpama dunia ini tidak bererti lagi buatmu. Sahabatku dengarlah.! kumbang bukannya seekor, bunga bukannya sekuntum, patah tumbuh hilang pasti berganti. Apa yang kau kesalkan? Memang sudah ditakdirkan jodohmu bukan dengannya, tidak perlulah kau merasakan bahawa hidup ini akan sia-sia tanpanya.  Tidak perlu juga kau membazirkan air matamu kerana jodohmu telah tertulis di sana sejak azali lagi.



Sahabatku..mungkin hari ini Allah temukan kau dengan orang yang menyakiti hatimu sebelum DIA temukan kau dengan seseorang yang baik hatinya, menjagamu dengan baik. Sebenarnya sahabatku kau terlalu mengharapkan si dia dalam hidupmu kononnya ingin mengisi kekosongan hati mu. Sahabatku fikirlah kau bukan lagi anak kecil yang perlu ditatang dan dibelai. Cubalah kau menjadi dewasa.. Sahabatku..tidak perlu kau terburu-buru mengejar si dia atau mengejar cinta yang belum pasti menjadi milikmu. Ingat sahabatku "Mencintai bukan bermakna memiliki, Memiliki bukan bererti dia hak kamu, dan Hak kamu bukan bermaksud dia akan kekal dengan mu".




Sahabatku...cubalah dewasakan pemikiranmu, cubalah matangkan dirimu bahawasanya cinta yang sepatutnya kau cari dan kejar adalah cinta kepada Yang Maha Esa. Kerana DIAlah cinta utama yang perlu kau miliki, sebelum memiliki cinta manusia..Jika kau temui cinta itu Insya-Allah kau mudah mendapat cinta manusia yang kau harapkan dan akan kekal abadi sampai syurga. Insya-Allah..Aamiin... 

30 October 2011

KESEDIHAN..

Biar setinggi mana ombak DUGAAN melanda
Biar seganas mana badai MASALAH menghempas
Tanamkanlah sauh KETETAPAN IMAN 
Agar tidak berganjak HALUAN...


Kenapa kita bersedih??

Kenapa kita bersedih tetapi bukannya bergembira??. Perasaan ini lahir dari jiwa yang kacau..bukan kita mengundang bukan jua kita menjemput. Tetapi ianya hadir dengan sendirinya apabila sesuatu perkara yang membuatkan timbulnaya perasaan itu berlaku dalam hidup kita. Ketika sedih datang mengamik kenapa hanya kematian sering terbayang diminda? Adakah dengan kematian kita dapat melarikan diri daripada sedih itu? Kenapa diri kita murah benar mengalirkan air mata?? Dan kenapa tiap titisan air mata yang gugur itu menambah keperitan dan kesakitan didalam hati? Apa yang perlu kita lakukan untuk menghilangkan rasa itu??




Jawapannya...


Kita sebenarnya perlukan sedih itu.. Perasaan sedih itu adalah fitrah manusia dan ALLAH tidak akan sengaja menciptanya kalau kita tidak perlukannya..Perasaan sedih.kecewa, hampa dan apa saja perlu buat kita..Tetapi apa yang perlu kita jaga adalah jangan melarutkan diri kita ke dalam cairan masalah itu melebihi had yang sepatutnya... La tahzan!! jangan bersedih kita ada Allah..segala kesedihan,kekewewaan dan kekacauan itu mengadulah kepadaNYA. menangislah dihadapannya merayulah dan merintihlah segala-galanya kepada DIA. Insya-Allah, DIA pasti mendengar. Berdoa agar perasaan itu akan hilang dan digantikan dengan perasaan gembira...


Jika kau bersedih jangan campakkan dirimu ke lembah yang akan merosakkanmu. Ingat apa jua perasaan yang menimpa kita adalah ujian dari Allah. Bahkan baginda nabi Muhammad SAW juga pernah bersedih dan menitiskan air mata tatkala Baginda kehilangan anak baginda..


Cuba kita bayangkan jika perasaan sedih ini tidak wujud dalam diri kita..Sudah pasti apabila melihat seseorang yang melakukan dosa didepan mata kita, tidak ada perasaan sedih itu dalam diri kita untuk menolong si dia yang berkemungkinan akan ke neraka disebabkan perbuatannya itu.. Adakah kita hanya mampu melihat tetapi tidak cuba membetulkan si dia? Tidakah itu perbuatan zalim kita terhadap si dia?


Apa yang penting kesedihan kerana mengenang segala dosa-dosa yang kita lakukan itulah yang terbaik, apatah lagi dengan linangan air mata yang takut akan balasan Allah..


WALLAHUALAM BISSAWAB.....



29 October 2011

PEMERGIANMU...



Tertulis kematian
Pada suratan kehidupan
Namun hanya ALLAH yang tahu
Bilakah ajal bakal bertamu



Pada tanggal 29.04.2003 seorang insan yang bergelar bapa kepada 9 orang anak telah pergi buat selama-lamanya...sedih,kecewa,hampa dan sengsara jiwa ini tika itu..dunia ini ku rasakan gelap gelita..tiada lagi semangat untuk hidup seakan aku juga mahu mati....abah.. saat akhir aku mengucup dahimu yang sejuk, pucat lesi tanpa darah..saat itu aku rasakan aku tidak rela melepaskan bibirku dari dahimu..abah seumur hidupku itulah saat pertama dan yang terakhir aku mengucupmu..wajahmu sangat tenang abah walaupun derita kesakitan yang kau tanggung tidak terkata...kini segala kesakitan itu telah pun berlalu dan kau tenang disana..abah aku lihat diwajahmu ada sebaris senyuman tanda kita berpisah..aku percaya abah kau adalah insan yang mulia..


Kau masih tersenyum mengubat lara
Selindung derita yang kau rasa
Senyuman yang mententeramkan
Setiap insan yang kebimbangan


Abah..Ketikaku merenung wajahmu dan senyuman itu saat akhir abah..aku teringat kata2 maksu yang pergi melihatmu di hospital mengatakan kau hanya tersenyum memandang mereka sedangkan tika itu kau menanggung kesakitan yang hanya dapat dirasakan olehmu sahaja..abah mengapa kau setabah itu abah..jika anakmu ini berada ditempatmu adakah aku akan sekuat dan setabahmu abah??..abah..kau pergi disisi isterimu tanpa ada anak2 yang menunggu..abah..!!!kenapa pergimu tidak menunggu kami?? kenapa abah??kau pergi tika kami anak2mu tiada disampingmu...aku menyesal ya sangat2 menyesal tika saat2 akhirmu kami anak2 mu tidak disampingmu memberi kekuatan kepadamu..tetapi segala yang berlaku hanya DIA yang tahu..kau pergi disamping isterimu..kau pergi disisi cintamu abah..mungkin kau mahu berada disamping isterimu sahaja tika itu abah..kami pasrah abah..



Rapuh jiwaku bersimpuh
Pada pusara di suatu senja…
Semilir angin hanyutkan rinduku
membawa resahku semakin dalam
Jauh semakin dalam




Abah...dengan mataku ini aku melihat mereka mengusung dan memasukkan jasadmu ke dalam lubang liang lahat...lubang yang akan menempatkan mu untuk selama-lamanya..abah.. saat itu aku rasakan aku mahu terjun dan aku mahu ditanam bersama-samamu abah..orang kata perempuan tidak digalakkan pergi ke kubur..tetapi saat itu aku masih kecil yang aku tahu, aku mahu melihat saat2 akhir jasadmu dimuka bumi ini sebelum ditanam oleh mereka..aku mahu menghalang perbuatan mereka tapi aku tidak terdaya abah..kakiku seakan melekat di tanah,air mataku seakan kering..aku hanya mampu melihat jasadmu tengelam ke dasar perut bumi...


Sudah ditakdirkan kau pergi dulu
Di saat kau masih diperlukan
Tuhan lebih menyayangi dirimu
Ku pasrah diatas kehendak yang Esa




Abah sesungguhnya pemergianmu tanpa rela..aku memikirkan kehidupanku jika kau tiada disisi..adakah aku membesar dengan kurang kasih sayang? adakah aku membesar dalam keadaan yang naif? adakah aku akan menjadi manusia yang teruk akhlaknya tanpa bimbinganmu disisiku?



Tetapi sebenarnya abah..aku lupa, aku lupa yang aku masih ada keluarga, aku ada abang2 kakak2 dan yang paling penting, aku masih ada seorang emak yang bakal mengambil tugasmu..abah..mak seorang yang tabah..di hari pemergianmu mak kelihatan tenang dah pasrah..tetapi abah kenapa dengan sikap yang ditunjukkan oleh mak itu ada yang menuduh bahawa mak lebih suka abah pergi? sungguh aku tak dapat terima semua ini..kenapa mak dicerca,dihina tika saat2 dia berpisah denganmu?? tapi abah mak seorang yang kuat mak harungi segala rintangan itu semata2 membesarkan kami adik-beradik yang masih kecil..



Abah…..
Masih terngiang dalam benakku
Saat terakhir kau genggam tanganku
Kau berbisik lemah….sangat lemah……
Agar aku tidak menangis lagi




Abah kini anakmu semakin dewasa,kini anakmu sudah dapat menerima pemergianmu..tetapi tangisan ini tidak dapat aku hentikan...aku tahu setiap yang berlaku pasti ada hikmah disebaliknya...abah tidak perlu risau kerana kami hidup bahgia sekarang..akak2 dan abang2 sudah berjaya walaupon tidak kaya-raya..tetapi alhamdulillah semuanya cukup untuk kami..abah pemergianmu mendewasakan kami, daripada manja dan tidak pandai menguruskan diri sendiri kepada pandai berdikari sendiri..



Abah……
Aku berjanji, akan slalu melanjutkan harapanmu
Dan tetap berdiri Tegar, meski karang menghadang
Selamat Jalan abah…..
Semoga engkau bahagia di Sana…
Amin…




Abah kami redho dengan pemergianmu itu abah..kami anak2mu mendoakan agar kau aman,tenang dan damai disana..abah moga kau ditempatkan bersama2 orang yang beriman...


Setangkai doa dan fatihahku kirimkan untukmu...


AL-FATIHAH..!! buat abah yang tersayang.... :-(






Ingatkan Aku


Ingatkan aku
Seandainya aku lupa pada Tuhan
Diwaktu kelapangan dan kesibukan
Dan juga kesenangan dan kesusahan


Ingatkan aku
Zahir dan batinku dengan keislaman
Jangan pula aurat kudidedahkan
Semakin singkat tipis dan dijarangkan


Ingatkan aku
Hakikat ini milik yang Maha Kuasa
Diserahkan jiwa dan raga
Menjadi tumpuan hati buat segala-galanya
 


Ingatkan aku
Untuk menjadi sahabat yang baik
Cintakan kedamaian
Kisah akhirat sebagai peringatan

Ingatkan  aku
Untuk bercinta hanya keranaNya
Mengutamakan sifat seorang yang beriman
Supaya Menjadi benteng kukuh hasutan syaitan